Tasta

Saya selalu teringat dengan daerah Tasta ini karena satu hal, mancing ikan. Walaupun tidak hobi mancing, daerah Tasta ini cukup terkenal sebagai tempat lokasi mancing yang bisa dikatakan tidak komersil (mungkin karena lokasinya yang terletak di pelataran parkir dermaga salah satu perusahaan kontraktor). Daerah ini juga selalu dilalui oleh bis no 8 dan no 2, dan merupakan daerah penghubung antara Stavanger dan Randaberg. Tahun 2012, di daerah ini dibangun pusat perbelanjaan (Tasta Senter). Saya menikmati perjalanan rutin dari kampus UiS ke Randaberg, yang selalu menelusuri daerah Tasta ini, karena memang daerahnya yang menyisir pinggiran laut.

Advertisements

Ullandhaug Tower

Setiap mahasiwa/i UiS pasti tau tower ini, karena biasanya sewaktu orientasi diajak jalan ke hutan dan berujung dengan melihat tower ini. Lokasinya memang cukup dekat dengan kampus UiS, dan tower ini memang terlihat dari segala penjuru di Stavanger karena memang merupakan bangunan dengan altitude paling tinggi.

Menurut info, tower ini adalah milik salah satu perusahaan telekomunikasi di Norway, dan memang fungsinya sebagai pemancar sinyal. Namun, sepertinya lebih terkenal sebagai tempat wisata ketimbang fungsi asli tower nya karena memang pemandangan dari tower ini cukup indah. Untuk mencapai ke dasar towernya harus sedikit hiking (seingat saya, sewaktu orientasi dulu pun di sarankan untuk pakai proper hiking/jogging shoes).

Salah satu pemandangannya seperti ini (courtesy of http://www.visitnorway.com)

Kebab si babeh

Ada satu tempat untuk makan kebab di Stavanger yang cukup unik. Nama nya Ahm*d kebab (tempatnya bisa dilihat di sini). Unik kenapa? Mungkin karena lokasinya yang berada di pelataran tempat parkir arena pacuan kuda! 😀 Walaupun sebenarnya lokasi ini cukup strategis karena sering dilewati oleh mobil-mobil yang hendak menuju ke jalur E39. Yang serunya lagi, kebab di sini cukup cadas untuk rasa pedasnya (jadi hati-hati seandainya request minta kebab yang pedas), karena si penjual bisa membuat lidah Anda bergoyang. Dan memang, agak jarang menemukan tempat makan kebab yang pedas layaknya selera pedas orang kita. Karena satu dan lain hal, saya bersama kawan-kawan di Stavanger dulu sering menyebut tempat ini kebab si babeh 🙂 Dan jangan lupa, kalo mau makan di sini mampir dulu ambil duit, karena cash only!

Patung Udang

Ekonomi kota Stavanger, sebelum booming industri minyak dan gas, bergantung dari industri seafood. Sebut aja macem-macem ikan..salmon, tuna, makarel, dsb…tapi yang jelas nggak ada ikan mas, bandeng, atau mujaer…apalagi lele. Karena secara geografis memang deket dengan laut, maka nggak heran kalau kota ini terkenal dengan pelabuhannya.

Pelabuhan kapal di Stavanger ini rutin disinggahi oleh kapal-kapal cruise besar. Bahkan konon sering terlihat yacht-yacht millioner dunia bertengger, walaupun kita nggak tahu siapa yang punya. Kebanyakan memang kapal-kapal ini membawa turis, dan mereka singgah sekedar untuk istirahat ataupun jalan-jalan. Letak pusat kota (Stavanger Sentrum) memang sangat dekat dengan pelabuhannya, sehingga begitu mudah bagi turis-turis kapal ini untuk jalan-jalan keliling kota.

Banyak agenda rutin tahunan yang diadain di sekitaran pelabuhan ini, salah satunya yaitu food festival atau dalam bahasa norsk nya disebut gladmat. Ini merupakan festival makanan dari berbagai belahan dunia, dan memang selalu diadakan di pelabuhan Stavanger ini. Biasanya, cafe dan restoran yang memang sudah punya nama ikut serta dalam festival ini. Event ini sangat meriah, walaupun terkadang terhambat dengan faktor cuaca. Foto dan info tentang gladmat bisa di lihat di sini.

Nah, apa hubungannya sama patung udang? Sebenernya, istilah patung udang ini hanya istilah yang saya dan beberapa teman kuliah di Stavanger dulu sering jadikan patokan untuk bertemu. Dan, sebenernya, patung udang ini punya sejarah dan ada nama resminya, hanya karena begitu malasnya, saya dan temannya terbiasa dengan bilang patung udang 😀 Lihat sendiri di sini kalau nggak percaya.

Tiga Pedang

Bukan tiga roda ya! Tapi tiga pedang…walaupun, nama asli tempat ini sebenernya Sverd i fjell yang artinya swords in rock alias pepedangan (jamak lho..) di batu. Tempat ini merupakan salah satu tempat wisata wajib ketika berkunjung ke Stavanger, karena terdapat monumen bersejarah, yaitu monumen pedang yang jumlahnya tiga buah. Gak tanggung-tanggung, 10 meter tingginya. Konon, dulu tempat ini adalah tempat pertarungan bangsa Norwegia, yang dimenangi oleh raja Harald.

Sewaktu winter, bye! Yang keliatan cuma danau beku dan monumen pedang yang menjulang tinggi. Sewaktu summer, biasanya dipake untuk tempat barbeque-an, berjemur, atau sewaktu angin kencang, biasanya orang main kitesurfing atau canoeing. Paling sering liat ketimbang itu semua, ya jelas, orang/turis/student baru yang lagi foto2 di pedang 🙂

Click di sini buat liat lokasinya, dan pedang nya.

UiS – part two

Fitness! Ya, di kampus ini terdapat sarana fasilitas olahraga, gym dan fitness – yang konon kabarnya – terbaik di kota Stavanger. Beberapa teman yang sudah bekerja di perusahaan minyak pun cenderung datang ke kampus UiS, sekedar untuk nge-gym. Mahasiswa/i di UiS, pastinya, mendapatkan harga pelajar (alias harga diskon). Dan ini salah satu dari sekian banyak fasilitas nikmatnya menjadi pelajar di negara maju, yaitu mendapatkan harjar alias ‘harga khusus pelajar’ 😀 (ini istilah yang tiba-tiba aja kepikiran sewaktu lagi nulis)

Penasaran pengen lihat? Silakan berkunjung langsung ke sini.

Di dalam kampus pun, tentunya, terdapat toko buku (SiS Bok). Biasanya buku-buku materi kuliah di jual di sini…walaupun, ehem, harganya ya tau sendiri. Bahkan, kalo boleh jujur, harga-harganya lebih murah di toko buku lokal (online), atau kalo memang bisa, beli dari UK atau US. Nggak cuma jual buku pelajaran, SiS Bok ini juga jualan novel, sampe pernak-pernik UiS (dan cuma bisa di beli di sini!). So, wahai para alumni, silakan berkunjung kalo pengen punya t-shirt dengan embel2 UiS (bukan promosi yaa).

Seingat saya, di gedung yang sama dengan SiS Bok ini, ada IT centre. IT Centre ini bisa ngebantu mahasiswa/i yang punya masalah dengan laptop nya (hari ini, semua mahasiswa punya laptop ya, jangan disamakan dengan jaman Einstein kuliah, walaupun chalk + blackboard nya masih sama), masalah dengan login ke intranet, internet, isi ulang kartu untuk fotocopy/nge-print (alhamdulillah jaman dulu masih gratis, yang denger-denger sekarang udah bayar), dan sebagainya. IT Centre ini lokasinya di lantai basement.

Berhubung udah ngomongin IT, saya mau singgung masalah akses internet atau WiFi. Hampir di seluruh ruangan/gedung, akses WiFi tersedia dan gratis. Walaupun, memang untuk bisa pake internet nya, harus login dengan akun mahasiswa/i UiS. Koneksi, ya jelas, kentjang karena fiber optic dan sebagainya.

UiS – part 1

Pertama kali dateng ke kampus ini, tentu saja pengennya buru2 ngeluarin smartphone, untuk foto2. Kenapa? Ya apalagi kalo bukan untuk gaya. Tapi, kampus ini memang nggak keliatan seperti kampus. Mungkin karena bentuk gedung/bangunan di Stavanger (dan Norwegia pada umumnya), yang kesannya kotak-kotak dan kurang nyeni. Karena tahun ajaran baru dimulai sewaktu autumn, ya jelas pemandangannya sejuk dan menarik. Rumput hijau masih seger, wangi embun, serta udara seger yang mirip seperti udara di lembang.

Ada beberapa rute bis yang memang melewati dalam kampus UiS, sehingga memang mayoritas rute bis ini isinya mahasiswa/i UiS, terutama sewaktu pagi dan sore. Untuk lanjut ke fakultas dan department-department di dalam kampus bisa ditempuh dengan jalan kaki semenjak turun dari halte bis.

Perpustakan? Buka dari pagi sampai malem. Dan terbuka untuk umum. Biasanya, bangku-bangku di perpustakan ini selalu penuh di isi dengan mahasiswa/i. Setelah beberapa bulan kuliah, memang baru tahu bahwa rata-rata mahasiswa/i Norwegia memiliki kebiasaan untuk menghabiskan waktu di perpustakaan setiap hari Senin-Jumat, dari pagi sampai sore (mirip dengan jam kerja orang kantoran), baik ada jam kuliah ataupun nggak ada. Beda dengan saya, yang selalu memilih untuk pulang ke asrama setiap kali selesai kuliah atau nggak ada jam kuliah :p

Kantin? Hmmph…jujur aja, beli makanan di kantin kampus kalau nggak terpaksa amat siy, nggak akan beli. Bukan karena mahalnya (karena semua barang di Norwegia ini udah mahal), tapi karena ternyata, harga makanannya lebih mahal dari harga makanan di kantin kantoran! Weleh…weleh…